Angin sore ini mengingatkan akan senyum. senyum wanita yang selalu mengembang saat jumpa denganku. senyum yang selalu menarik bibir saya untuk senyum lebih lebar saat itu juga. dan sekarang saya merindukan nya bukan hanya dalam kata dalam setiap hirupan nafaspun aku mencium nya. dalam mata terpejam pun aku dapat melihatnya bagaimana dia berjalan bagaimana saat rambutnya terkulai hitam bagaimana tangan lembutmu menyentuh pori pori kulitku. semuanya terasa lebih nyaman dari apapun juga. Kau tau sedikitpun tak pernah dalam sebuah ruang kecil dalam hati kehilangan ejaan nama mu. Kau tau setiap malam terselip raut wajahmu yang kadang menyakitkan diriku sendiri.Tapi apa daya dirimu tak lagi disisi. kelak aku akan memelukmu lebih kencang sayang saat aku sudah lebih baik dari ini. hanya saja aku terlalu takut engkau terluka saat mengikutiku berlayar dalam lautan hidupku sendiri. dudukla dengan tenang dan rasakan rindu ini memelukmu.
Lariku sudah kencang sayang. tapi entah mengapa saat aku menutup mata. aku tetap melihatmu lebih dekat dari biasanya. engkau bersandar tepat di pelupuk mataku berenang dalam airmataku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar